1. Cross Selling
Dalam strategi penjualan, cross selling merupakan sebuah seni untuk menawarkan produk produk yang berbeda jenisnya namun tetap berhubungan. Strategi ini bisa dilakukan dengan membuat bundling sale maupun penawaran langsung oleh penjual, seperti yang dilakukan di minimarket yang sudah sering kalian hadapi.
Perlu diperhatikan, bahwa dalam strategi ini bisa dilakukan dengan mengkombinasikan dua macam barang dengan harga yang yang berbeda atau sama.
Misal seseorang membeli produk utama dengan harga 20.000. Maka kamu bisa menawarkan barang lain dengan harga dibawahnya atau barang yang memiliki harga sama.
Contohnya untuk produk dengan sistem paket atau sudah dibuat bundling sale adalah seprti di KFC atau MCD, dimana kentang goreng, ayam hingga CD musik milik musisi nasional dikemas dalam satu bingkisan.
BIla kamu di minimarket pasti sering juga ditawari paket data hingga pulsa, ini merupakan strategi cross selling. Yaitu menawarkan barang lain yang berbeda jenis yang mungkin kamu butuhkan.
2. Up Selling
Berbeda dengan cross selling yang menawarkan produk berbeda. Up selling menawarkan produk sama namun dalam jumlah yang lebih banyak.
Untuk lebih jelasnya, apabila dalam cross selling pembeli membeli produk A, dan penjual juga menawarkan produk B, C dan D. Up Selling menawarkan produk A++.
Plus plus dalam hal ini bisa dalam artian produk sama yang memiliki kualitas lebih baik atau jumlah yang lebih banyak. Untuk jumlah lebih banyak biasanya cara menawarkannya adalah dengan menyatakan bahwa dengan membeli lebih banyak tentu saja akan mendapatkan potongan harga.
Seperti ketika kita membeli kuota internet melalui marketplace. Biasanya terdapat pilihan kuota dengan jumlah kuota lebih banyak namun terdapat potongan harga yang menggiurkan. Itulah up selling.
3. Down Selling
Ada perbedaan dari down selling dengan dua strategi di atas, up selling dan cross selling. Up selling dan cross selling terjadi ketika pembeli sudah jelas ingin membeli sesuatu, sedangkan down selling terjadi apabila si pembeli sepertinya tidak akan membeli produk karena mungkin harganya lebih mahal.
Ya, down selling adalah proses menawarkan produk yang harganya dibawah dari harga produk utama yang niatnya akan dibeli oleh konsumen. HAl ini digunakan agar tetap terjadi transaksi antara penjual dan pembeli,atau dengan akta lain membuat pembeli tetap membeli produk dari penjual.
Misalkan, di sebuah toko pakaian seseorang berniat untuk membeli sebuah tas dengan harga 200.000. Namun karena harganya terlalu mahal, pembeli seperti memberikan isyarat untuk pergi. Pembeli segera menawarkan produk tas yang harganya lebih mudah dari tas yang diinginkan oleh pembeli.
Strategi ini tentu saja berkaitan dengan kepekaan yang dimiliki penjual. BAik itu offline maupun online (melalui aplikasi chat misalkan.Tidak mungkin disebut strategi apabila tidak ada manfaat dari ketiga hal diatas, oleh karena itu buat kamu yang bingung apa saja manfaat strategi tadi, bisa baca lagi di bawah ini.

